Gue mulai YouTube tahun 2013, waktu itu masih pakai kamera seadanya dan modal nekad. Sekarang udah 10 tahun lebih, channel gue (YB) punya jutaan subscriber. Banyak yang nanya, “Arap, gimana sih caranya sukses di YouTube?” Gue bukan orang paling sukses, tapi pengalaman gue mungkin bisa jadi pelajaran buat lo yang mau mulai.
Jangan cuma ikut-ikutan tren. Lo harus punya ciri khas. Gue dari awal memilih jadi diri sendiri: ngomong apa adanya, kadang kasar, tapi jujur. Orang bisa bedain mana yang asli mana yang palsu. Jadi, sebelum mulai, tanya ke diri lo: “Topik apa yang paling gue kuasai dan gue suka?” Misal lo suka game, ya bikin konten gaming. Tapi usahakan ada sudut pandang lo sendiri, jangan cuma merekam lalu di-upload aja.
Konsisten itu penting, tapi bukan berarti tiap hari harus upload. Yang penting jadwalnya teratur. Misal seminggu sekali atau dua minggu sekali. Gue aja dulu sempet vakum lama karena sibuk musik. Tapi pas balik, subscriber tetap setia karena mereka tahu gue akan balik. Konsisten juga berarti lo terus belajar dan improve kualitas video.
Dulu gue pakai kamera pocket, suara jelek. Sekarang zaman udah maju, lo bisa mulai dengan HP mid-range, tapi invest di microphone yang bagus. Audio lebih penting dari video, karena orang bisa maafin gambar pecah asal suara jelas. Gue pribadi pake Rode Wireless Go buat vlog, simpel dan jernih.
Tren itu seperti ombak, bisa naikin lo. Tapi jangan semua tren lo ikutin. Pilih yang relevan dengan konten lo. Contoh, waktu Lathi Challenge viral, gue manfaatin buat bikin konten reaksi, sekaligus ngenalin lagu. Hasilnya, banyak yang kenal Weird Genius makin luas.
Gue selalu panggil fans sebagai “Keluarga AAAA”. Mereka bukan penonton biasa, tapi temen ngobrol. Lo harus interaktif, bales komentar, buat polling, kadang live streaming biar lebih deket. Itu yang bikin mereka loyal.
Pasti ada aja komentar miring. Gue sering banget dikatain “sok keras”, “sensational”, dll. Tapi gue cuek, selama nggak melanggar batas. Kalau lo niat berkarya, hujatan itu bumbu. Jadikan evaluasi, tapi jangan terlalu diambil hati.
Terakhir, ingat: YouTube itu marathon, bukan sprint. Nikmati prosesnya. Kalau lo butuh inspirasi, mampir ke channel YouTube gue atau baca artikel lain di blog ini. Semangat!
Ada tips lain? Share di Fanbase.