MARAPTHON Season 3: The Last Tale udah selesai, tapi rasanya baru kemarin gue memulai streaming 24 jam nonstop. Buat yang belum tahu, MARAPTHON adalah acara live marathon di mana gue ngobrol, main game, dan berinteraksi dengan kalian selama berhari-hari tanpa tidur—yah, tidur dikit sih, tapi tetep live. Edisi kali ini spesial karena didedikasikan untuk almarhumah Lula Lahfah, yang baru aja pergi.
Ide MARAPTHON sebenarnya udah lama, tapi season 3 ini paling emosional. Gue dan tim menyiapkan lokasi rahasia (villa misterius yang sampai sekarang gue nggak bisa kasih tahu lokasinya), peralatan streaming, dan jadwal yang padat. Tantangan terbesar adalah stamina. Bisa gak gue bertahan 24 jam terus-terusan? Ternyata dengan dukungan kalian, semua terasa ringan.
Di hari pertama, gue sempat breakdown. Nggak kuat nahan rasa kehilangan. Tapi pas liat chat ribuan penonton yang ngasih semangat, gue tersadar kalau gue nggak sendiri. Ada Keluarga AAAA yang selalu ada. Momen itu juga yang bikin MARAPTHON Season 3 jadi #1 Most Watched Channel di YouTube Global selama 6 hari berturut-turut. Nggak nyangka banget, kita bisa ngalahin streamer-streamer gede dunia. Ini semua berkat kalian.
Banyak guest star yang mampir, kayak iBot, Yuka, Bravi, bahkan IShowSpeed sempat ikut join via call. Kami main game Lethal Company bareng, teriak-teriak kena jumpscare, sampe perut kram ketawa. Momen-momen kayak gini yang bikin capek hilang.
Buat gue, MARAPTHON bukan sekadar acara 24 jam, tapi simbol bahwa kita bisa melewati apa pun bersama. Setiap kali gue mau nyerah, kalian selalu ada. Ini bukan tentang gue, tapi tentang kita, Keluarga AAAA. Terima kasih sudah menjadi bagian dari sejarah ini.
Buat yang ketinggalan momen-momen seru, bisa tonton highlight di channel YouTube gue. Jangan lupa subscribe biar nggak ketinggalan MARAPTHON berikutnya (insyaallah ada season 4!).
Kirim cerita kalian tentang MARAPTHON di Base Camp YB.